Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kerja sama ekonomi dengan Jepang, termasuk ratifikasi amandemen perjanjian dagang kedua negara atau Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
Prabowo mengungkapkan, kedua negara membahas berbagai isu strategis yang mencakup sektor ekonomi, energi, maritim, perikanan, hingga keamanan. Dia menilai arah kerja sama bilateral saat ini menunjukkan tren yang positif.
Hal ini disampaikannya dalam joint statement bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi usai pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026).
“Kami tadi membahas banyak masalah di bidang ekonomi, kerja sama bilateral di bidang energi, kelautan, maritim dan perikanan, serta keamanan. Ini semua menunjukkan trajectory yang positif, yang baik,” ujar Prabowo.
Salah satu fokus utama adalah percepatan ratifikasi dan implementasi amandemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, akan bekerja keras agar proses tersebut segera rampung.
“Kami akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen IJEPA. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Indonesia dan Jepang resmi menyepakati pembaruan protokol General Review IJEPA pada Agustus 2024 untuk mempererat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi yang telah berjalan sejak 2008. Pembaruan ini mencakup area strategis baru seperti ekonomi digital dan penguatan rantai pasok global.
Melalui kesepakatan ini, Jepang memberikan pembebasan tarif (0%) untuk berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk olahan perikanan, buah-buahan tropis, serta komponen otomotif dan tekstil. Selain barang, IJEPA terus membuka akses pasar bagi tenaga kerja profesional Indonesia di sektor kesehatan.
Pemerintah mengimbau eksportir memanfaatkan kesempatan ini dengan menyertakan Surat Keterangan Asal (SKA) Form IJ. Informasi detail mengenai regulasi dan pos tarif dapat diakses melalui portal resmi Indonesia National Trade Repository (INTR) atau FTA Center Kementerian Perdagangan.
Di sisi lain, Prabowo juga membuka peluang lebih luas bagi partisipasi Jepang dalam pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor mineral kritis dan rare earth, serta industrialisasi berbasis hilirisasi.
“Kami terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk kerja sama di bidang mineral kritis dan rare earth, serta hilirisasi industri,” katanya.
Di sektor energi, Indonesia menyatakan terbuka untuk kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan hingga energi nuklir. Pemerintah juga mendorong keterlibatan Jepang dalam inisiatif Asia Zero Emission Community.
Prabowo menambahkan, pemerintah akan mempercepat penyelesaian hambatan proyek-proyek strategis (debottlenecking), termasuk proyek Legok Nangka dan Sarulla.
Sekadar informasi, Proyek Legok Nangka di Jawa Barat merupakan proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional yang akan diubah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Proyek senilai Rp 4 triliun ini melibatkan konsorsium yang didalamnya terdapat perusahaan Jepang (seperti Sumitomo Corporation) dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028-2029.
Adapun, proyek Sarulla di Sumatra Utara merupakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Proyek ini juga melibatkan investasi besar dari perusahaan Jepang seperti Itochu dan Kyushu Electric Power.
Dalam kesempatan itu, Kepala negara juga menyambut kontribusi perusahaan Jepang INPEX Corporation dalam proyek gas Abadi di Blok Masela, yang diharapkan segera terealisasi setelah mengalami penundaan panjang.
“Kita berharap proyek ini bisa segera terwujud,” ujarnya.
Tak hanya sektor ekonomi, Prabowo turut mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, serta program people-to-people contact guna mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dan Jepang untuk terus menjaga serta meningkatkan hubungan bilateral yang telah terjalin erat.
“Indonesia sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas semua bantuan yang diberikan kepada Indonesia dalam pembangunan ekonomi kita,” pungkas Prabowo.