Contact Info
Cyber 2 Tower, 34th Floor
Jl. HR Rasuna Said, Block X-5 No. 13
Kuningan Timur, Setiabudi
South Jakarta 12950
Indonesia
corsec@alamtriminerals.id +6221 2553 3060
10 March 2026
Direct Links

Fluktuasi Logam Industri Berlanjut, Ini Proyeksi Para Analis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar logam industri tengah mengalami fluktuasi di tengah ketidakpastian global dan konflik geopolitik Timur Tengah.

Melansir data Trading Economics pada Selasa (10/3) pukul 17.08 WIB, harga aluminium turun 1,71% dibandingkan hari sebelumnya ke US$ 3.326 per ton, padahal aluminium mencapai harga tertinggi senilai US$ 3.425 pada Jumat (6/3). 

Adapun, nikel naik 0,25% dalam sehari ke US$ 17.474 per ton. Sementara itu, harga timah US$ 50.685 per ton pada Senin (09/03), naik 1,24% dibanding hari sebelumnya.

Analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan pergerakan harga logam industri mencerminkan perpaduan antara kekhawatiran pasokan (supply-side risk) akibat geopolitik dan sentimen permintaan di sektor teknologi.

Pada semester I tahun 2026, Wahyu memproyeksi harga aluminium bergerak di kisaran US$ 2.700 – US$ 3.700 per ton. Adapun, timah di rentang US$ 40.000 – US$ 50.000 per ton. Lalu, nikel di kisaran US$ 16.000–US$ 20.000 per ton.

Sejalan dengan itu, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksi harga semester pertama tahun 2026 akan terkonsolidasi pada level yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

"Aluminium diproyeksikan mampu menyentuh level psikologis US$ 3.600 per ton jika krisis pengiriman di Selat Hormuz belum mereda. Nikel diperkirakan akan kembali stabil di kisaran US$ 18.500 - US$ 19.500 per ton seiring penyesuaian pasar terhadap kuota baru Indonesia," ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Adapun, proyeksi Sutopo terhadap harga timah berada di rentang US$54.000 per ton sejalan dengan pulihnya permintaan sektor semikonduktor global.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi harga aluminium berkisar antara US$ 3.200- US$ 3.600 per ton, nikel berada di rentang US$ 16.000-19.000 per ton, Timah US$ 45.000-55.000 per ton.