Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.
Realisasi produksi batu bara itu anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sebesar 836 juta ton. Kendati demikian, produksi itu lebih tinggi dari target yang dipatok tahun ini sebesar 739,6 juta ton.
“Saya harus jelaskan dalam forum ini agar tidak ada simpang siur, total produksi batu bara kita di 2025 sebesar 790 juta ton,” kata Bahlil saat konferensi pers capaian kinerja 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Bahlil menerangkan sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi.
Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) mencapai 254 juta ton atau 32%.
Adapun, stok batu bara yang dicadangkan sampai akhir 2025 sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari keseluruhan produksi tambang.
Selain itu, Bahlil mengatakan, kementeriannya bakal mengurangi kuota produksi batu bara untuk tahun ini. Dia berharap manuver itu dapat mengerek harga komoditas andalan ekspor Indonesia itu nantinya.
“Sudah saya rapatkan dengan Dirjen Minerba kita akan melakukan revisi daripada kuota RKAB, jadi produksi kita akan turunkan,” tuturnya.